bY: aL mUHAJIRUN
Jika kita mempelajari sejarah kita menemukan bahwa orang-orang Tartar dan Kuffar telah mengeluarkan serangan biadab juga barbarik kemudian orang-orang mulai khawatir dengan beberapa yang mencapai tujuan untuk menghilangkan harapan hidup bagi Muslim, kemudian tiba-tiba Allah SWT. menyingkirkan semua penderitaan dan membawa kemuliaan kembali kepada Ummat, memindahkan awan gelap dari kita. Faktanya orang-orang Tartar memeluk Islam, dan sekilas melihat sejarah kita dan pahlawan-pahlawan besar Islam juga pemimpinnya disaat ilustrasi perang salib ini dengan jelas, terutama jika kita melihat sejarah Nurrudien Mahmud Zinki dan Shalahuddin Al-Ayyuubi R.H. kita menemukan dalam sirah sebuah sejarah yang membawa pelajaran besar dan bermanfaat bagi kita dalam situasi kita saat ini karena mereka keduanya tertarik untuk mempersatukan Ummat Muslim, membawa Muslim bersama-sama dan menyingkirkan kehinaan dan kekalahan dengan memotivasi Ummat untuk bangkit kembali. Mereka tekun untuk berlatih dan mempunyai persiapan penuh untuk jihad melawan salibis atas nama Ummat muslim sampai Ummat memenuhi syarat untuk bangkit kembali dengan martabat dan kemenangan.
Pilar keempat adalah memanfaatkan pengalaman dan semua contoh kehidupan karena hidup penuh dengan pengalaman dan contoh. Allah SWT. membedakan sebagian orang dari Ummat dengan kemampuan tertentu maka kita harus memanfaatkan kemampuan dan pengalaman ini. Kejadian ini mungkin telah dilalui orang-orang dan sebagian dari mereka mungkin memanfaatkan pengalaman dan kemampuan mereka 100% dengan sebagian hanya 50% dimana orang lain mungkin membiarkan semua ini berlalu dari mereka dan dengan mata dan hati yang buta, tidak memanfaatkan apapun darinya dan tidak juga mereka akan bisa mengambil pelajaran darinya. Perbedaan antara seseorang yang memanfaatkan pengalaman dan seseorang yang tidak adalah dimana terdahulu bisa mengambil kesempatan diwaktu yang bisa mencegah bahaya yang sebelumnya terjadi disaat yang belakangan tidak menangkap kesempatan sampai setelah semua berlalu.
Selanjutnya tidak baik bagi kita untuk melihat semua pengalaman ini dan semua cobaan ini tetapi tidak mengambil pelajaran darinya, mengulang kesalahan yang sama. Sungguh, mempelajari masa lalu akan bermanfaat bagi kita dan keadaan kita sekarang. Allah SWT. memerintahkan kita untuk mengikuti pendahulu kita (Salafus Shalih) dan kita bisa mempelajari apa saja yang mereka lakukan dan bagaimana mereka bertahan disaat krisis meninpa mereka, sebaliknya adalah sebuah kewajiban bagi kita untuk belajar dari bimbingan mereka, dan mengambil pelajaran untuk membangkitkan semangat dari pengalaman dan tindakan mereka.
Pilar kelima adalah, kita harus mengingat orang-orang tentang akibat dari kezaliman apakah cobaan dan fitan dan seberapa panjang kepedihan yang kita rasakan kita harus mengingatkan bahwa akibat dari kezalimah adalah kehancuran, dan keselamatan hanya dapat dicapai dengan taqwa.
Allah SWT. berfirman kepada kita akibat Namrud, Fir’aun, Haaman, Qarun dan orang-orang zalim lainnya juga pemimpin agresor membimbing pada kehancuran dan kerusakan dengan janji Allah SWT. kehidupan kekal di neraka bagi mereka. Kemenangan, dan kekuasaan berpihak kepada Anbiya dan orang-orang Shaleh dari orang yang beriman dan Allah SWT. telah memberikan jannah selamanya bagi mereka. Kita harus hati-hati terhadap kezaliman pada semua tingkatan dan jenis itu mungkin terjadi.
Poin keenam adalah mempunyai tawakal penuh dan percaya pada Allah SWT. dengan kepastian bahwa hasil yang baik adalah untuk orang-orang yang bertaqwa, sungguh salah satu hal yang sangat penting diwajibkan atas Muslim sekarang adalah kekuatan kepercayaan kepada Allah SWT. dan majauhi apapun yang akan membuat kepercayaan kita kepadaNya berkurang, sebaliknya kita harus percaya dengan keyakinan bahwa kemenangan adalah bagi Ummat dan kita seharusnya tidak berputus asa.
Ada sebagian orang saat ini yang berbicara tentang kelemahan, perpecahan dan kehancuran ummat dan betapa besar dan kuatnya musuh diungkapkan dengan benar-benar berputus asa terhadap kemenangan dari Allah, mempunyai pandangan yang sia-sia, tidak bisa melihat sebuah jalan keluar, berfikir bahwa Ummat Muslim tidak bisa bangkit lagi. Mereka berfikir bahwa kebatilan akan menang dan melihat tiada akhir dalam benak mereka, ini sungguh berbahaya dan hanya akan melemahkan iman.
Perasaan seperti ini adalah bukti bagi ketidakpastian dan janji Allah SWT, mengandalkan situasi yang terukur disekitar mereka tanpa memperhatikan kedalam apa yang Allah SWT. telah janjikan kepada kita tentangnya. Dengan kata lain, betapa beraninya mereka berfikir seperti ini dan ragu bahwa Allah SWT. menetapkan kemenangan bagi orang-orang beriman dan hasil akhir adalah dominasi Islam dan Muslim! Allah SWT. telah menetapkan bahwa tentaranya akan menjadi pemenang dan mereka akan mengambil alih dan akan menerima warisan dengan pelayan yang baik.
Sungguh mereka yang berfikir seperti ini mempunyai prasangka yang buruk kepada Allah SWT. dan janjiNya serta berlawanan dengan Maha Kuat dan Tingginya Allah juga sempurnanya nama-nama dan sifat-sifat-Nya, martabat yang diberkahi-Nya, pemuliaan dan rasa hormat menolak bahwa kelompok-Nya (hizbuLlah) dan tentaraNya (junduLlah) menjadi hina. Tidak ada kekurangan daripada kemenangan dan dominasi bagi Ummatnya dan kekalahan serta kehancuran bagi musuh-musuhNya.
Selanjutnya apa yang kita lihat hari ini dalam istilah dominasi oleh Kuffar hanya sementara dan sebuah rencana dari Allah SWT, karena itu sebagian adalah sebuah ujian dan sebagian adalah azab karena mereka menyimpang dari Dien, sebagai tambahan untuk memahami ini bahwa Sunnah Allah adalah siapa saja yang melakukan perbuatan buruk akan diazab karenanya sebagaimana Allah SWT berfirman:
“(Pahala dari Allah) itu bukanlah menurut angan-anganmu yang kosong dan tidak (pula) menurut angan-angan Ahli Kitab. Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan, niscaya akan diberi pembalasan dengan kejahatan itu dan ia tidak mendapat pelindung dan tidak (pula) penolong baginya selain dari Allah.”
(QS An Nisaa’, 4:123)
Ummat muslim hari ini melakukan dosa dan akan ada azab atas ini sehingga dia kembali pada kebijaksanaan, kedewasaannya dan bertobat kepada Allah SWT. sehingga kita yang terpilih atas kemenangan dan berkahNya. Ummat ini telah diberkahi dengan hukuman dan perhitungan di dunia ini, dengan tujuan agar Allah mengurangi hukumannya di akhirat atau mengampuninya berdasarkan atas cobaan yang kita alami di dunia ini.
Poin ketujuh adalah bahwa kita harus mendukung semua Muslim yang telah menghadapi kezaliman, terutama mereka yang menghadapi bencana demi bencana dan konspirasi demi konspirasi seperti Muslim di Iraq dan muslim di Palestina, Afghanistan, dan Philipina.
Kita harus berdiri (membela) mereka secara fisik, finansial dan lisan, berusaha keras dan mendo’akan mereka, memotivasi orang-orang untuk mendukung mereka, meningkatkan dana bagi mereka dan memberikan rasa takut ke dalam musuh tetapi kita seharusnya tidak lupa dalam bencana apapun untuk meletakkan permasalahan di alur kanan dan menyeimbangkan segala sesuatu juga tidak menjadi sangat gembira ketika kepedihan menimpa musuh di medan perang membuat kita meletakkan senjata dan menjadi puas, dan tidak seperti mereka yang menjadi gentar ketika musuh mungkin menang di pertempuran dan melupakan bahwa akhir dari perang tidak begitu, yang hasilnya adalah kemenangan bagi Ummat Muslim... Insya Allah.
Thursday, June 18, 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment