Wednesday, June 17, 2009

MENGHADAPI COBAAN (2)

bY: aL mUHAJIRUN

Keadaan kita yang sekarang ini adalah sebuah alasan terbesar mengapa kita harus bertobat dan kembali kepada Allah SWT dibandingkan dengan waktu-waktu lainnya, dan apa yang terjadi dengan kaum Nabi Yunus A.S. adalah sebuah pelajaran bagi kita karena ketika mereka melihat tanda-tanda azab mereka mulai menangis dan bertobat, meminta ampunan, dan Allah SWT. menurunkan azab di atas kepala-kepala mereka sampai mati. Selanjutnya, merupakan sebuah kewajiban atas ummat ini untuk bertobat kepad Allah SWT. dan mencari ampunannya serta sadar tentang apa saja yang terjadi padanya adalah bagian dari Sunnah Allah dan Ummat seharunya tidak kompromi di depan kekufuran, kesyirikan, fitan atau krisis dan dari semua kejahatan yang tersebar di atas hukum syirik dan kufur.

Kita harus menolak dan bangkit untuk melawan semua aturan yang telah diterapkan dengan selain daripada apa yang Allah SWT. turunkan. Kita harus bangkit untuk melakukan kewajiban kita dalam dakwah menyeru kebaikan dan mencegah kemungkaran, juga kita harus bertobat dari semua kezaliman, kerusakan, penyimpangan dan sikap berlebih-lebihan, semua yang akan membimbing pada azab Allah SWT. dan kondisi atas azab-Nya, karena sungguh dalam semua sisi kehidupan, termasuk bencana yang kita hadapi, itu adalah akibat ulah tangan-tangan kita.

“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS Asy Syuraa, 42: 30)

Landasan yang ketiga, bagaimana berhadapan dengan fitan dan krisis terutama dalam realitas sekarang adalah belajar dari sejarah dan pengalaman sebelumnya, terutama sejarah perang salib dengan tujuan untuk mengambil pelajaran dan membuang ide mengalah dan berputus asa juga mencari sumpah keselamatan dan kemenangan.

Ketika kita mempelajari sejarah, terutama dari buku-buku otentik dari sejarawan kita seperti Kitaab ut Tarikh dari Ibnu Athiir atau Al-Bidayah wan Nihaayah oleh Ibnu Katsir, kita akan menemukan bagaimana salibis mempunyai otoritas atas Muslim bahkan menghancurkan Baghdad dan pendudukan Yarussalem dan bagaimana Kuffar dari barat dan timur telah menduduki negeri Muslim serta bagaimana Ummat Muslim telah berhadapan dengan banyak penderitaan; namun mereka tetap teguh untuk menyebarkan dien Islam dan prinsip-prinsipnya untuk bangkit kembali. Allah SWT. telah membuat sejarah terulang kembali, dalam tempat dan daerah yang sama kita menemukan bahwa dari Baghdad sampai Yarussalem salibis hari ini telah mendudukinya dengan sekutu-sekutu kuffar; diwaktu itu juga ada Tartar dari golongan orang-orang murtad, Nasrani, Yahudi dan penyembah berhala.

0 comments:

Post a Comment

Template by:
Free Blog Templates